Between Sovereignty And Survival: Rethinking Law Enforcement Against CrossBorder Smuggling In North Kalimantan

Authors

  • Eva Albatun Nabilah Universitas Borneo Tarakan Author
  • Rezki Purnama Samad Universitas Borneo Tarakan Author
  • Berthi Ramdhani P. Universitas Borneo Tarakan Author

DOI:

https://doi.org/10.35334/2g8z9a61

Keywords:

Penyelundupan lintas batas, Penegakan hukum, Pendekatan responsif, Perbatasan

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik penyelundupan barang di Kalimantan Utara, khususnya Pulau Sebatik, sebagai persoalan hukum dan sosial ekonomi yang dipengaruhi keterbatasan infrastruktur, selisih harga, dan pola interaksi lintas batas. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum represif tidak cukup efektif karena masyarakat masih bergantung pada barang dari Malaysia. Pendekatan hukum responsive melalui pelibatan masyarakat, koordinasi lembaga CIQS, serta perbaikan fasilitas perbatasan dinilai lebih tepat. Penguatan akses barang domestik yang terjangkau dan harmonisasi pengaturan perdagangan perbatasan diperlukan untuk mengurangi insentif penyelundupan. Hukum responsif mampu menyeimbangkan perlindungan kedaulatan negara dan kesejahteraan masyarakat. 

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Between Sovereignty And Survival: Rethinking Law Enforcement Against CrossBorder Smuggling In North Kalimantan. (2025). Borneo Law Review, 9(2), 170-182. https://doi.org/10.35334/2g8z9a61

Similar Articles

11-20 of 20

You may also start an advanced similarity search for this article.