Pengaruh Konsentrasi Pengikat Silang Asam Sitrat terhadap Swelling Ratio Hidrogel berbasis α-Selulosa dari Pelepah Nipah (Nypa Fruticans)
DOI:
https://doi.org/10.35334/t1yntn66Keywords:
CMC, Delignifikasi, FTIR, Selulosa, Sintesis HidrogelAbstract
Hidrogel merupakan material polimer tiga dimensi yang mampu menyerap dan mempertahankan air dalam jumlah besar di dalam struktur jaringannya. Sintesis hidrogel berbasis α-selulosa memerlukan agen pengikat silang, salah satunya adalah asam sitrat karena bersifat aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi asam sitrat sebagai agen pengikat silang terhadap swelling ratio hidrogel berbasis α-selulosa yang berasal dari pelepah nipah (Nypa fruticans). α-Selulosa diisolasi melalui proses delignifikasi menggunakan NaOH 10% yang dilanjutkan dengan pemutihan menggunakan H₂O₂ 30%, kemudian disintesis menjadi hidrogel dengan penambahan karboksimetil selulosa (CMC) menggunakan variasi konsentrasi asam sitrat sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% (b/v). Parameter yang dianalisis meliputi uji fitokimia, spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), dan swelling ratio. Data uji fitokimia dan spektrum FTIR dianalisis secara deskriptif, sedangkan data swelling ratio dianalisis secara statistik menggunakan uji one-way ANOVA. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa proses isolasi menurunkan kandungan senyawa fitokimia pada α-selulosa yang dihasilkan. Analisis FTIR mengonfirmasi keberhasilan isolasi α-selulosa yang ditunjukkan oleh munculnya pita serapan khas selulosa serta tidak ditemukannya pita serapan gugus karbonil dan aromatik. Hasil swelling ratio menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kemampuan penyerapan air hidrogel (p < 0,05), dengan nilai swelling ratio tertinggi sebesar 592,66% yang diperoleh pada konsentrasi asam sitrat 20%. Oleh karena itu, konsentrasi asam sitrat 20% merupakan konsentrasi pengikat silang yang optimum untuk menghasilkan hidrogel berbasis α-selulosa dari pelepah nipah.















