Tantangan dan Solusi Guru BK dalam Memberikan Layanan kepada Siswa Tuna Daksa di SMP Reguler

Authors

  • Diva Mutiara Universitas Sebelas Maret Author
  • Suparmi Universitas Sebelas Maret Author

DOI:

https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.109

Keywords:

ABK tuna daksa, Layanan BK, Pendidikan Inklusif

Abstract

Pendidikan inklusif adalah hak asasi bagi setiap individu, namun siswa dengan kebutuhan khusus seperti tuna daksa sering kali kurang mendapatkan perhatian lebih terutama pada layanan yang baik di lingkungan sekolah. Anak Penyandang Tunadaksa merupakan seseorang yang mengalami kelainan ortopedik (disfungsi tulang normal, otot dan sendi yang mungkin terjadi akibat kelahiran bawaan atau akibat kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru bimbingan dan konseling (BK) dalam memberikan layanan kepada siswa tuna daksa di SMP N 24 Surakarta, serta  memberikan rekomendasi Solusi atau strategi yang perlu dilakukan dalam mengatasi tantangan yang ada. Pendekatan kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data dari peserta didik, pihak kepala sekolah, guru BK, guru kelas dan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung. tantangan yang biasanya dihadapi guru BK mencakup pengetahuan dan keterampilan yang terbatas mengenai layanan disabilitas, kurangnya lembaga pendukung yang ramah disabilitas, dan sedikit kesadaran akan lingkungan sekolah. Adapun solusinya termasuk pengembangan diri secara mandiri, kolaborasi dengan guru kelas, guru BK dan orang tua, dan pendekatan penasihat adaptif dan empati.

Downloads

Published

2025-06-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Tantangan dan Solusi Guru BK dalam Memberikan Layanan kepada Siswa Tuna Daksa di SMP Reguler. (2025). Jurnal Bimbingan Dan Konseling Borneo, 7(1), 11-19. https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.109