Partisipasi Perempuan dalam Pengelolaan Mangrove Berbasiskan Masyarakat di Kabupaten Berau, Indonesia
Keywords:
Partisipasi Masyarakat, Peran Perempuan, Pengelolaan Mangrove, Kabupaten BerauAbstract
Hutan mangrove memiliki manfaat bagi masyarakat dan menjaga ekosistem, tetapi mengalami degradasi yang tinggi akibat pola pemanfaatan yang tidak memperhatikan asas keberlanjutan. Salah satu cara untuk mencegah deforestasi adalah pengelolaan berbasiskan masyarakat, di mana masyarakat perlu dilibatkan, salah satunya adalah peran perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi perempuan dalam pengelolaan mangrove di tiga desa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data kuesioner dengan 16 pertanyaan sesuai dengan tahapan partisipasi (perencanaan, pelaksanaan, pembagian keuntungan, dan pengawasan) pada 110 responden. Penilaian menggunakan skala Likert dengan skor: tidak pernah (1); kadang-kadang (2); sering (3). Kemudian dikonversi tingkat partisipasinya menjadi sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Tingkat partisipasi perempuan di ketiga desa tersebut rendah (1,46), termasuk pada setiap tahapan partisipasi. Partisipasi perempuan di Teluk Semanting rendah (1,51), tetapi pada tahap pembagian manfaat partisipasinya moderat. Partisipasi perempuan di Biduk-biduk sangat rendah (1,17). Partisipasi di Teluk Sulaiman moderat (1,71), tetapi tinggi pada tahap pembagian manfaat, sedangkan pada tahap pengambilan keputusan rendah. Terdapat hubungan positif dan sangat lemah antara usia, pendapatan, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga terhadap partisipasi. Terdapat hubungan positif antara lama tinggal terhadap partisipasi. Partisipasi perempuan pribumi (1,53) lebih besar daripada perempuan imigran (1,36). Tidak ada perbedaan signifikan dalam segmentasi jenis pekerjaan. Namun, pejabat desa memiliki tingkat partisipasi yang moderat.








