IDENTIFIKASI JAMUR (fungi) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT PP LONSUM KECAMATAN RAWAS ILIR
DOI:
https://doi.org/10.35334/7q8tx534Keywords:
Jamur (Fungi), Identifikasi, Perkebunan Kelapa SawitAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur yang ada di perkebunan kelapa sawit PT PP Lonsum Kecamatan Rawas Ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan metode petakan atau plot dengan jelajah karena lokasi penelitian secara keseluruhan lahan terlalu luas jika dilakukan pada 3 divisi, lokasi terlalu jauh dan jalan menuju kelokasi tidak bagus untuk penelitian didivisi yang lain demi keamanan dan keselamatan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai identifikasi jamur (fungi) di perkebunan kelapa sawit PT PP Lonsum Kecamatan Rawas Ilir pada tanggal 21 maret- 21 april 2023 dengan menjelajahi lokasi penelitian pada divisi BHS dengan jarak yang ditempuh 742,26 Hektar yang telah ditentukan menjadi 31 blok terdiri dari 3 petakan dalam setiap 10 blok terdapat 3 dan 4 plot dengan panjang 100 m dan lebar 50 m ditemukan jamur sebanyak 21 spesies dari 5 ordo, 15 famili dan 21 Genus yaitu Marasmius candidus, Crepidotus mollis, Collybia confluens, Parasola lactea, Volvariella volvacea, Pluteus sp., Amanita sp., Pleurotus pulmonarius, Schizophyllum commune, Clavaria fumosa, Auricularia auricula, Lentinus squarrosulus, Pycnoporus cinnabarius, Lentinus betulina Trametes elegans, Ringidoporus microporus, Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidium, Lepiota rhacodes, Calorea cornea, dan Lycoperdon Gemmatum. Faktor abiotik diperkebunan kelapa sawit PT PP Lonsum Kecamatan Rawas Ilir yaitu memiliki suhu udara pada 27°C -40°C, kelembapan tanah 61%-87, dan pH tanah 7 (netral).
References
Achmad., Mugiono., Arlianti, T., & Azmi, C. (2013). Panduan Lengkap Jamur. Bogor: Penebar Swadaya.
Darwis, W., Desnalianif., & Supriati, R. (2011). Inventarisasi jamur yang dapat dikonsumsi dan beracun yang terdapat di hutan dan sekitar Desa Tanjung Kemuning Kaur Bengkulu. Jurnal Konserpasi Hayati, 7(2), 0216-948.
Fitri, R., Iswandi., & Samingan. (2021). Jamur Makrokopis di kawasan Hutan Lindung Reko Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues. Jurnal jeumpa. 8(1).
Hasanuddin. (2014). Jenis Jamur Kayu Makroskopis Sebagai Media Pembelajaran Biologi (studi di TNGL blangjerango kabupaten gayo lues). Jurnal Biotik, 2 (1), 1-76.
Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Tampubolon, S. (2012). Keanekaragaman Jamur Makroskopis di Hutan Pendidikan Universitas Sumatera Utara Desa Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/52852/Cover.pdf?s equence=7
Taurina, D. (2019). Keanekaragaman Jenis Jamur Makroskopis Yang Terdapat Di Kawasan Hutan Paya Rebol Kecamatan Bener Meriah. Skripsi. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Ulya, A. (2017). Biodiversitas Dan Potensi Jamur Basidomycota di Kawasan Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten. Journal Of Biology, 10 (1); 9-16
Wahyudi, T, R., Rahayu, P., & Azwin. (2016) Keanekaragaman jamur Basidiomycota di hutan tropis dataran rendah Sumatera, Indonesia. Jurnal Kehutanan,11 (2).98-111.
Yigibalom, S., Sufaati, S., & Purnamasari, V. (2014). Analisa kadar protein alam yang dominan dikonsumsi masyarakat lokal di kabupaten Lanny Jaya. Jurnal Biologi, 6 (2), 2086-3314.






