Landscape Tanaman Pekarangan Rumah Masyarakat Kediri dari Sudut Pandang Kosmologi Jawa
DOI:
https://doi.org/10.35334/t3enm387Keywords:
jawa, landscape, tanamanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tata letak tanaman di pekarangan rumah Masyarakat Kediri, dihubungkan dengan sudut pandang kosmologi Jawa. Berdasarkan hasil studi terdahulu diketahui bahwa Sebagian besar maaasyarakat menanam tanaman di pekarangan rumah tanpa memahami makna filosofis maupun simbolis mengenai letak tanamannya. Dalam kajian literatur budaya Jawa dan feng shui, posisi dan bentuk tanman memiliki nilai simbolik yang berkaitan dengan keseimbangan dan keharmonisan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotik, melalui observasi langsung, wawancara, dan studi literatur yang dilakukan pada Juli sampai September 2025. Terdapat 20 jenis tanaman yang umum ditanam di pekarangan rumah warga. Sebanyak 10% dari total data terhimpun menunjukkan adanya ketidaksesuaian tata letak tanaman berdasarkan fengshui dan kosmologi Jawa. Namun secara umum masyarakat telah mengatur landscape tanaman pekarangan rumah dengan baik, meskipun tidak mengetahui secara pasti makna symbol tanaman tersebut.
References
Anggraini, T., Utami, S., & Murningsih, M. (2018). Kajian etnobotani tumbuhan yang digunakan pada upacara pernikahan adat Jawa di sekitar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Jurnal Akademika Biologi, 7(3), 13-20.
Asis, A., & Halip, M. F. (2020). Analisis Unsur Semiotika Penggunaan Bambu pada Masyarakat Etnik Mandar. Pepatuzdu: Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, 16(2), 142-154.
Hakim, Luchman. (2014). Etnobotani dan Manajemen Kebun Pekarangan Rumah: Ketahanan Pangan, Kesehatan dan Agrowisata. Malang: Selaras.
Jafari, H. (2023). Application of Taoist Principles and Feng Shui in Urban Spaces (Landscaping and Garden Design). Interdisciplinary Studies in Society, Law, and Politics, 2(3), 90-100.
Keane, R. E., Hessburg, P. F., Landres, P. B., & Swanson, F. J. (2009). The use of historical range and variability (HRV) in landscape management. Forest Ecology and Management, 258(7), 1025-1037.
Kersapati, M. I., & Setiadi, H. (2021). Semiotic Study of Settlement’s Spatial Pattern in Kuningan Regency, West Java. Jurnal Geografi Lingkungan Tropik, 5(1), 1-22.
Lestari, D. (2016). Pandangan Kosmos tentang Ruang dan Waktu pada Petungan Orang Jawa (Studi Fenomenologi Sedhekah Kematian di Tuban). Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya: Malang.
Mariana, D. (2015). Penerapan Formula Feng Shui dengan Pertimbangan Form dalam Bangunan dan Lingkungan Binaan. Humaniora, 27(2), 217-231.
Plieninger, T., Bieling, C., Fagerholm, N., Byg, A., Hartel, T., Hurley, P., ... & Huntsinger, L. (2015). The role of cultural ecosystem services in landscape management and planning. Current Opinion in Environmental Sustainability, 14, 28-33.
Suliyati, T. (2011). Tradisi Feng Shui pada Kelenteng di Pecinan Semarang. Sabda, 6(1), 75-87.
Wahyudi, A. (2014). Pesona Kearifan Jawa Hakekat Diri Manusia dalam Jagat Jawa. Yogyakarta:DIPTA.
Wu, X. (2020, May). Analysis and Discussion on the Application of Landscape Plant Configuration in Landscape Design. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 508, No. 1, p. 012106). IOP Publishing.
Zhao, J., & Sedon, M. F. (2025). Visualising the Harmonious and Symbolic Meaning of Spring and Summer Plant Landscaping in Contemporary Chinese Gardens through Painting. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 15(3).






