Jenis Tumbuhan Anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan sebagai Bahan Ajar

Authors

  • Desi Wahyuni Universitas borneo tarakan Author
  • Alfi Suciyati Universitas Borneo Tarakan Author
  • Nur Fitriana Sam Universitas Borneo Tarakan Author

DOI:

https://doi.org/10.35334/cfg9ys37

Keywords:

Anggrek, Bromheadia finlaysoniana (Lindl),Dendrobium crumenatum Sw, Hutan Bukit Mas, Bahan ajar

Abstract

Keanekaragaman anggrek memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan edukatif, namun informasi tentang anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Kota Tarakan masih terbatas sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman anggrek serta potensinya sebagai bahan ajar biologi. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode jelajah (eksploratif) dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berdasarkan aksesibilitas dan keberadaan anggrek yang tumbuh alami di sepanjang jalur hutan. Hasil penelitian menemukan 579 individu dari dua spesies, yaitu Bromheadia finlaysoniana (Lindl) sebanyak 576 individu dan Dendrobium crumenatum Sw sebanyak 3 individu. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Indeks Shannon–Wiener, nilai keanekaragaman pada anggrek Bromheadia finlaysoniana (Lindl) diperoleh sebesar 0,912 dan pada anggrek Dendrobium 

crumenatum Sw sebesar 0,636, yang keduanya termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya keanekaragaman anggrek dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan adanya perubahan fungsi hutan menjadi area joging yang menyebabkan habitat anggrek berkurang. Hasil ini dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi pada materi Keanekaragaman Hayatı kelas X (Fase E) SMA/MA kurikulum Merdeka, serta dapat digunakan dalam bentuk diskusi, studi kasus, dan proyek berbasis masalah untuk menganalisis rendahnya keanekaragaman dan pentingnya pelestarian anggrek di lingkungan sekitar

References

Aliri, Sujalu, A. P., & Biantary, M. P. (2018). Keanekaragaman Anggrek Tanah di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Ulin: Jurnal Hutan Tropis, 2(1), 1–5.

Febriliani, Ningsih, S., & Muslimin. (2013). Analisis Vegetasi Habitat Anggrek Di Sekitar Danau. Warta Rimba, 1(1), 1–9.

Kartikaningrum, S., Widiastoety, D., & Effendie, K. (2004). Panduan Karakterisasi Tanaman Hias : Anggrek & Anthurium.

Mardiyana, M., Murningsih, & Utami, S. (2019). Inventarisasi Anggrek (Orchidaceae) Epifit di Kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. Jurnal Akademika Biologi, 8(2), 1–7.

Nurmawarni, S. (2018). Pengaruh Pendekatan Kontekstual dalam Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama. ScienceEdu, I(1), 44. https://doi.org/10.19184/se.v1i1.9492

Parman. (2022). Eksplorasi keanekaragaman anggrek terestrial di hutan Sei Batu Mapan Mamburungan dan implementasinya terhadap pembelajaran biologi kelas X SMA/MA.

Pertiwi, lanna murpi, Paidi, & Sartika, I. (2017). Pemanfaatan Hasil Penelitian dalam Penyusunan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Inkuiri Materi Kultur Jaringan. Jurnal Pendidikan Biologi, 6(6), 332–340.

Prapitasari, B., TaufiqRezaldi, Kenza, M. L., Aliwafa, A., Gunawan, D. A., & Nuraini, L. (2024). Diversity of Orchid species in the Tilu Mountains Region of Indonesia and the Potential for Phytochemistry. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 9(3). https://doi.org/10.22146/jtbb.89174 South

Puspitaningatyas, D. murti. (2020). Orchid diversity in a logging concession in Tabalong District, Kalimantan, Indonesia.

https://doi.org/10.13057/biodiv/d211154 Biodiversitas, 21(11), 5455–5464.

Putra, R. A., & Waluyo, W. (2020). Efektivitas balai kesatuan pengelolaan hutan dalam pemanfaatan wisata pada Hutan Lindung. Jurnal Discretie, 1(3), 179. https://doi.org/10.20961/jd.v1i3.50264

Sadili, A. (2013). Jenis Anggrek ( Orchidaceae ) di Tau Lumbis , Nunukan , Propinsi Kalimantan Timur : Sebagai Indikator Terhadap Kondisi Kawasan Hutan. Jurnal Biologi Indonesia, 9(1), 63–71.

Sam, N. F., Retnaningati, D., & Munira. (2025). Generation Z needs resources and media for marine biology learning based on local potential. 10(1), 114–123.

Sesar, N. P., M, I. A., & Manurung, T. F. (2020). Keanekaragaman Jenis Anggrek Alam (Orchidaceae) Berdasarkan Ketinggian Tempat Di Gunung Poteng Cagar Alam Raya Pasi Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari, 8(3), 693–704. https://doi.org/10.26418/jhl.v8i3.43429

Sopian, A., Amalia, L., & Indriana, kovertina rakhmi. (2023). Eksplorasi dan Identifikasi Keanekaragaman Anggrek Epifit Di Kawasan Gunung Cibunar Blok Beser Rancakalong Sumedang. Paspalum: Jurnal Ilmiah https://doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.523 Pertanian, 11(1), 131.

Suciyati, A., & Adian, T. (2018). Developing the fun and educative module in plant morphology and anatomy learning for tenth graders. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 4(1), 53–60. https://doi.org/10.22219/jpbi.v4i1.5334

Sudarmi, Wahyuni, S., & Asmah, S. (2024). Edukasi Keanekaragaman Hayati Lokal Sebagai Wujud Pendekatan Kontekstual Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Di Desa Bonto Majannang. 13(2).

Susanto, A. ., Widiastoety, D., & Koesmaryono, Y. (2006). Respon Anggrek Mokara Chark Kwan terhadap Pengurangan Intensitas Cahaya. J. Agromet Indonesia, 1(20), 1–7.

Tirta, I. G., Lugrayasa, I. N., & Irawati. (2010). Studi Anggrek Epifit Pada Tiga Lokasi di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Buletin Kebun Raya, 13, 1–5.

Wijarini, F., Siregar, M. A. P., Adhani, A., Elisia, N., Siahaan, S. Y., & Sinaga, J. (2022). Diversity and Habitat Preferences of Orchids in Tarakan Forest. IOP Conference Series: Earth and Environmental 1315/1083/1/012062 Science, 1083(1). https://doi.org/10.1088/1755

Wulansari, K., Rahmadhani, dian intan, Putri, nur aisyah, Wahyuni, S., Rozak, A., & Arsih, F. (2022). Analisis Kearifan Lokal Keripik Sanjai Di Kota Bukittinggi Sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman Hayati. Symbiotic: Journal of Biological Education and Science, 3(2), 71–76. https://doi.org/10.32939/symbiotic.v3i2.58

Downloads

Published

01-11-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Jenis Tumbuhan Anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan sebagai Bahan Ajar. (2025). Borneo Journal of Biology Education (BJBE), 7(2), 172-180. https://doi.org/10.35334/cfg9ys37