Analisis Statistik Kenaikan Muka Air Laut untuk Perencanaan Infrastruktur Pesisir: Studi Kasus Kota Tarakan
DOI:
https://doi.org/10.35334/be.v9i2.367Keywords:
Breakwater, Gumbel, Revetment, SLR, WeibullAbstract
Kenaikan muka air laut (Sea Level Rise, SLR) merupakan salah satu dampak signifikan perubahan iklim yang beriimplikasi langsung pada keberlanjutan infrastruktur pesisir. Penelitian ini bertujuan memprediksi kenaikan muka air laut di Kota Tarakan periode 2025-2100 dengan menggunakan data historis 1994-2024 dari Copernicus Climate Change Service yang diolah menggunakan perangkat lunak ODV (Ocean Data View). Analisis dilakukan menggunakan distribusi probabilitas Gumbel dan Weibull yang menghasilkan persamaan prediksi berbasis input tahun, sehingga memudahkan perencana infrastruktur pesisir untuk menentukan elevasi desain tanpa melakukan perhitungan ulang. Hasil menunjukkan bahwa model Gumbel memberikan estimasi yang lebih tinggi (kondisi terburuk) dibandingkan model Weibull (kondisi terbaik), keduanya memiliki koefisien determinasi tinggi (R2 ≥ 0,94). Proyeksi hingga tahun 2100 mempertimbangkan kenaikan muka air laut maksimum mencapai 2,44 m (Gumbel) dan 2,40 m (Weibull). Temuan ini menjadi acuan teknis dalam perencanaan bangunan pelindung pantai seperti revetment, detached breakwater, dan groin, serta dalam penyesuaian desain dermaga dan sistem drainase pesisir. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan persamaan prediksi SLR yang dapat langsung diintegrasikan ke perencanaan teknik sipil, khususnya pada wilayah pesisir tropis yang rentan terhadap perubahan iklim.
Downloads
References
Alongi, D. M. (2008). Mangrove forests: Resilience, protection from tsunamis, and responses to global climate change. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 76(1), 1–13.
Asariotis, R., Monioudi, I. N., Mohos Naray, V., Velegrakis, A. F., Vousdoukas, M. I., Mentaschi, L., & Feyen, L. (2024). Climate change and seaports: Hazards, impacts and policies and legislation for adaptation. Anthropocene Coasts, 7(14).
Bird, E. C. F. (2011). Coastal geomorphology: An introduction (2nd ed.). Wiley.
BMKG. (2022). Seasonal zone update and forecast of the 2021/2022 rainy season in Indonesia. BMKG.
Copernicus Climate Change Service. (2022). Global sea level change time series from 1950 to 2050 derived from reanalysis and high resolution CMIP6 climate projections. Copernicus Climate Change Service (C3S) Climate Data Store (CDS).
Fadilah, N., Soedibyo, M., & Soemarno, S. (2014). Menentukan tipe pasang surut dan muka air rencana perairan laut Kabupaten Bengkulu Tengah menggunakan metode Admiralty. Maspari Journal, 6(1), 1–12.
Hanley, M. E., Thompson, R. C., & Tyllianakis, E. (2018). Designing resilient infrastructure for coastal communities: A framework for incorporating ecosystem-based approaches. Sustainability, 10(8), 2629.
Haryanti, G. T., & Utomo, E. (2024). Penanganan abrasi Pantai Amal Baru Kota Tarakan dengan bangunan pelindung pantai tipe detached breakwater. Civil Engineering Scientific Journal, 3(2), 95–106.
Hidayat, W., Utomo, E., & Amiruddin, A. (2024). Studi transformasi gelombang di pantai sebelah timur Pulau Tarakan metode Shore Protection Manual (SPM, 1984). Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 8(3), 332–346.
Holthuijsen, L. H. (2010). Waves in oceanic and coastal waters. Cambridge University Press.
IPCC. (2021). Climate change 2021: The physical science basis. Contribution of Working Group I to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Cambridge University Press.
Li, Y., Zhang, H., & Wang, J. (2022). Application of Weibull distribution in coastal wave prediction: A case study in the South China Sea. Ocean Engineering, 258, 111833.
Maharani, A. I., & Utomo, E. (2024). Studi bangunan pelindung pantai tipe revetment sebagai alternatif penanganan abrasi di Pantai Amal Baru Kota Tarakan. Civil Engineering Scientific Journal, 3(3), 138–149.
Massel, S. R. (1996). Ocean surface waves: Their physics and prediction. World Scientific.
Mori, N., Shimura, T., Yasuda, T., & Mase, H. (2019). Future changes in extreme storm surges based on mega-ensemble projection using a statistical emulator. Coastal Engineering, 150, 126–137.
Muliati, Y. (2020). Rekayasa pantai. Deepublish.
NOAA. (2022). What is the intertidal zone? National Oceanic and Atmospheric Administration.
Sari, N. M., Prasetyo, H., & Lestari, D. (2020). Analisis distribusi probabilistik data gelombang laut menggunakan model Weibull. Jurnal Kelautan Nasional, 15(2), 123–131.
Suharto, A., & Hamzah, L. (2020). Studi karakteristik pasang surut dan arus laut di wilayah pesisir Kalimantan Utara. Jurnal Oseanografi Tropis, 8(2), 112–121.
Tanaka, H., & Tinh, N. X. (2019). Theoretical examinations on long-wave damping by depth-limited boundary layers. Coastal Engineering Journal, 61(4), 457–472.
Triatmodjo, B. (1999). Teknik pantai. Yogyakarta: Beta Offset.
Triatmodjo, B. (2014). Perencanaan bangunan pantai (III). Yogyakarta: Beta Offset.
US Army Corps of Engineers. (1984). Shore Protection Manual (Vol. 1–2). Coastal Engineering Research Center, Washington, D.C.
Utomo, E., & Asta. (2023). Studi perubahan tinggi gelombang laut untuk rencana pengembangan infrastruktur pelabuhan di Pantai Barat Pulau Tarakan Kalimantan Utara. Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 2(3), 198–210. https://doi.org/10.35334/cesj.v2i3.4215
Utomo, E., & Bakri, M. D. (2023). Studi perubahan garis pantai dengan metode DSAS (Digital Shoreline Analysis System) sebagai upaya identifikasi erosi di Pantai Utara Pulau Tarakan. Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 7(2), 216–233. https://doi.org/10.35334/be.v7i2.4208.
Utomo, E., & Bakri, M. D. (2024). Studi desain bangunan pelindung pantai tipe groin sebagai upaya penanganan abrasi di Pantai Amal Baru Pulau Tarakan. Civil Engineering Scientific Journal, 3(4), 155–168.
Vousdoukas, M. I., Mentaschi, L., Voukouvalas, E., Verlaan, M., & Jevrejeva, S. (2020). Sandy coastlines under threat of erosion. Nature Climate Change, 10(3), 254–257.
Downloads
Published
Issue
Section
License
©The author(s). Published by BEJTS
This is an open-access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0)

