Edukasi Penyimpanan Obat Rumah Tangga untuk Mencegah Kerusakan Obat
DOI:
https://doi.org/10.35334/neotyce.v6i2.881Keywords:
DAGUSIBU; penyimpanan obat; penggunaan obat rasional; edukasi kesehatan; pengabdian masyarakat.Abstract
Penyimpanan obat yang tidak tepat di rumah tangga dapat menurunkan kualitas dan efektivitas obat serta meningkatkan risiko efek samping dan pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat yang tidak benar. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat menjadi alasan perlunya edukasi berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyimpanan obat rumah tangga berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Kegiatan dilaksanakan pada 17 Januari 2026 di Akademi Kesehatan Konawe dengan melibatkan sekitar 40 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah, presentasi, pembagian leaflet, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi peserta dan kemampuan menjawab pertanyaan pada akhir kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali cara penyimpanan obat sesuai bentuk sediaan, mengenali ciri obat rusak atau kedaluwarsa, serta memahami cara pembuangan obat yang benar berdasarkan prinsip DAGUSIBU. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan obat di rumah tangga dan diharapkan dapat mendorong penggunaan obat secara rasional serta meminimalkan risiko kerusakan obat dan efek samping.




