Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa Dalam Deteksi Dan Penanganan Awal Melalui Modul Deteksi Dini Dan Tanggap Kasus Bullying Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.35334/neotyce.v6i1.521Keywords:
Bullying, remaja, kader kesehatan jiwa, deteksi dini, pemberdayaanAbstract
Bullying merupakan masalah psikososial yang sering dialami remaja dan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan penurunan harga diri. Keterbatasan pengetahuan kader kesehatan jiwa menjadi tantangan dalam melakukan deteksi dini dan penanganan awal di komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan berbasis modul mengenai deteksi dini dan tanggap kasus bullying pada remaja di Desa Tonasa, Takalar. Pelaksanaan kegiatan meliputi pre-test, pemberian materi interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, dan role-play. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader, dengan kenaikan skor post-test sebesar 3–6 poin. Kader juga menjadi lebih mampu mengidentifikasi tanda-tanda bullying, memberikan dukungan awal, serta melakukan langkah rujukan. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat peran kader sebagai garda terdepan upaya promotif dan preventif kesehatan mental remaja di komunitas.




