PENGUATAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI KONSELING EDUKASI UNTUK IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MENYONGSONG PERSALINAN PERTAMA
DOI:
https://doi.org/10.35334/neotyce.v6i2.519Keywords:
Bidan, Ibu Primigravida, KonselingAbstract
Kehamilan pertama (primigravida) merupakan fase yang penuh tantangan bagi seorang wanita, karena sering disertai kecemasan, ketidaktahuan, dan ketidakpastian dalam menghadapi perubahan fisik maupun emosional. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, termasuk pemahaman tentang kehamilan, tanda bahaya, perawatan diri, hingga persiapan persalinan dan masa nifas. Di wilayah kerja Puskesmas Rappokalling, masih ditemui rendahnya pengetahuan ibu primigravida terkait kehamilan, persalinan, dan perawatan pascapersalinan. Minimnya literasi tersebut dapat menyebabkan ketidaksiapan menghadapi persalinan, meningkatkan risiko komplikasi, serta memicu munculnya postpartum blues yang berpotensi berkembang menjadi depresi postpartum. Literasi kesehatan memiliki peran penting dalam membantu ibu mengambil keputusan yang tepat selama masa kehamilan. Untuk itu, konseling edukasi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu primigravida. Konseling tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi satu arah, tetapi juga melibatkan interaksi dua arah yang memungkinkan ibu memahami, menanyakan, dan menerapkan informasi sesuai kebutuhannya. Pendekatan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi kecemasan, serta mendorong keterlibatan aktif ibu dalam mempersiapkan persalinan pertama. Konseling edukasi yang terstruktur dan berbasis kebutuhan juga memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat sehingga transfer pengetahuan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan konseling edukasi menjadi upaya strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan persalinan pada ibu primigravid. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan ibu primigravida melalui konseling edukasi yang terstruktur. Melalui pemahaman tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan nifas, ibu diharapkan lebih percaya diri, mampu mengambil keputusan tepat, mengurangi kecemasan, serta mencegah risiko postpartum blues dengan dukungan tenaga kesehatan, metode pelaksanaan dalam 3 tahap yaitu pemberian pre test, pemberian materi melalui Leaflet /infocus serta video pembelajaran, diskusi, tanya jawab lalu diakhiri dengan post test. hasil kegitan didapatkan perubahan positif dari pengetahuan dan tingkat kecemasan ibu.




