Penguatan Kapasitas Kader Posyandu Melalui Pendekatan Terintegrasi Berbasis Keluarga Untuk Mewujudkan Zero New Stunting

Authors

  • Sulidah Universitas Borneo Tarakan Author
  • Ana Damayanti Author
  • Nurasmi Universitas Borneo Tarakan Author
  • Gusriani Gusriani Universitas Borneo Tarakan Author
  • Imra Author

DOI:

https://doi.org/10.35334/neotyce.v6i2.1058

Keywords:

Kader posyandu, stunting, antropometri, PHBS, pangan lokal

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan upaya pencegahan pada tingkat keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu Nusa Indah 2, Kelurahan Karang Rejo, Kota Tarakan, melalui pendekatan terintegrasi berbasis keluarga. Kegiatan melibatkan 15 kader dan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan. Empat paket intervensi mencakup pemantauan tumbuh kembang berbasis risiko menggunakan kartu menuju sehat digital, audit perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga, konseling pola asuh dan pemberian air susu ibu eksklusif, serta pengolahan pangan lokal berbasis ikan melalui pendekatan penyimpanan beku. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pre-test dan post-test terintegrasi. Nilai rata-rata meningkat dari 54,67 menjadi 83,67 atau sebesar 53,05 persen. Seluruh kader mampu melakukan pengukuran antropometri sesuai prosedur, 13 dari 15 kader mampu menggunakan kartu menuju sehat digital secara mandiri, 15 kader mampu menggunakan instrumen audit perilaku hidup bersih dan sehat, mengikuti simulasi konseling, serta mempraktikkan pengolahan pangan berbasis ikan. Kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik yang dipadukan dengan perangkat kerja sederhana dapat memperkuat pengetahuan dan kesiapan kader dalam pencegahan stunting berbasis keluarga. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk menilai perubahan pada cakupan layanan dan keluarga sasaran.

Downloads

Published

2026-08-19