PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KULIT SINGKONG DAN PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK WANITA TANI DI DESA MEKARBAKTI, PAMULIHAN, SUMEDANG
DOI:
https://doi.org/10.35334/jpmb.v9i1.96Keywords:
digitalisasi, kulit singkong, pengemasan, produk, pupuk organik cairAbstract
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Islam Nusantara (Uninus) tahun 2023 didasarkan pada permasalahan dan potensi yang ada di Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang. Desa Mekarbakti merupakan salah satu sentra produksi singkong yang kebanyakan dijadikan tapai, sehingga limbah kulit singkong sangat melimpah dan menjadi masalah. Limbah kulit singkong ini dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik cair. Selain ini produk UMKM khususnya dari Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mandiri” di Desa Mekarbakti masih dikemas dan dipasarkan secara tradisional dan sederhana. Kegiatan PKM yang terintegrasi dengan KKN mahasiswa Uninus difokuskan kepada tiga hal, yaitu (1) pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan baku kulit singkong, (2) penyuluhan pengembangan kemasan produk kripik singkong, dan (3) penyuluhan pemasaran produk UMKM secara digital. Hasil ketiga kegiatan tersebut bahwa masyarakat lebih sadar tentang potensi yang dimiliki dan masih bisa dikembangkan. Limbah kulit singkong bisa dijadikan sebagai pupuk organik cair (POC), produk mereka bisa lebih bernilai dengan pengemasan yang lebih baik, serta penjualan produk bisa ditingkatkan dengan digitalisasi pemasaran.





