Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sungai Ambangah melalui Pengolahan Sukun (Artocarpus sp.) dan Broth Ikan Betok (Anabas testudineus) sebagai Sumber Makanan Bergizi bagi Lansia Malnutrisi
DOI:
https://doi.org/10.35334/3earhf77Keywords:
Ikan betok, Kader posyandu, Lansia, Pemberdayaan masyarakat, SukunAbstract
Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, memiliki potensi pangan lokal berupa sukun dan ikan betok yang belum optimal dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi dan peluang usaha masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah kedua bahan tersebut menjadi produk pangan inovatif, bergizi, mudah dikonsumsi lansia, dan bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat kemampuan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif pada 26 September–15 November 2025 melalui enam kali kunjungan yang meliputi sosialisasi, pelatihan pengolahan pangan, uji coba produk, pelatihan digital, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Produk yang dihasilkan meliputi pancake, selai, dan bongko berbahan sukun serta broth ikan betok. Setiap produk pangan sukun diproduksi sebanyak 20 porsi pada tahap uji coba dan memperoleh skor 8 pada aspek rasa, warna, penampakan, dan tekstur. Kegiatan juga menghasilkan empat desain logo, satu video reels, dan empat poster promosi. Kader mampu mempraktikkan pengolahan produk dan mengikuti proses pengemasan serta pengembangan identitas digital. Kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan pangan lokal melalui pendekatan partisipatif dapat memperkuat keterampilan kader, mendukung penyediaan pangan yang sesuai bagi lansia, dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa.
References
Adma, H., Susilawati, S., & Besar, B. (n.d.). Variasi kandungan kimia tanaman sukun dari beberapa populasi di Indonesia sebagai sumber pangan dan obat.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2023). Produksi tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan. https://kalbar.bps.go.id/indicator/159/205/1/produksi-tanaman-buah-buahan-dan-sayuran-tahunan.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Marjoni, M. R. (2022). Potensi antioksidan ekstrak kulit buah sukun. CV Resitasi Pustaka.
Noviasari, S., Rahma, Y. H., Nild, C., & Safriani, N. (2023). Peluang dan potensi sukun (Artocarpus altilis) sebagai ingredient pangan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(1), 221–229.
Prastika, A., Vinkarisma, D. H., & Muzakhar, S. A. A. (2022). Diversifikasi pemanfaatan buah sukun (Artocarpus altilis) menjadi sereal sebagai alternatif pangan potensial. Jurnal Teknologi Pangan dan Agroindustri, 4, 10–19.
Rahma, A. A., Nurlaela, R. S., Meilani, A., & Puspa, Z. (2024). Ikan sebagai sumber protein dan gizi berkualitas tinggi bagi kesehatan tubuh manusia, 3(3), 3132–3142.
Rizmi Yunita, & Jonathan Natal Cahyono, V. A. (2024). Mengenal ikan betok (Anabas testudineus): Ikan air tawar Kalimantan. CV Sketsa Media.
Sulastri, Syafruddin, & Rasyid, U. H. A. (2023). Jenis-jenis penyakit yang diobati menggunakan satwa sebagai obat tradisional oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(3), 565–573.
United Nations Department of Economic and Social Affairs. (n.d.). Sustainable Development Goals: The 17 goals. United Nations. https://sdgs.un.org/goals
Giziklopedia. (2023). Seputar info: Giziklopedia ikan endemik di Indonesia: Ikan-ikan endemik kaya gizi yang belum banyak diketahui masyarakat. Universitas Diponegoro, Program Studi S1 Gizi.
Presiden Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017–2045.





