Edukasi Pencegahan dan Pengobatan Gout Arthritis di Desa Bontobiraeng, Kabupaten Gowa
DOI:
https://doi.org/10.35334/5g5kzj16Keywords:
asam urat, edukasi kesehatan, gout arthritis, pengobatan, pencegahanAbstract
Gout arthritis atau asam urat merupakan salah satu bentuk radang sendi yang umum terjadi pada masyarakat, terutama pada orang dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga Desa Bontobiraeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, dan pengobatan gout arthritis secara tepat. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2024 dengan melibatkan 30 warga. Metode kegiatan terdiri atas penyuluhan, pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat pemeriksaan digital. Materi mencakup faktor risiko, gejala, pengaturan pola makan, pencegahan, dan penggunaan obat yang aman. Hasil menunjukkan bahwa 22 peserta (73,33%) memiliki hasil pemeriksaan kadar asam urat dalam kategori normal dan 8 peserta (26,67%) berada pada kategori abnormal. Pengetahuan peserta juga menunjukkan perubahan setelah edukasi, ditunjukkan oleh peningkatan proporsi jawaban benar dari 12,15% sebelum penyuluhan menjadi 75,15% sesudah penyuluhan. Kegiatan ini memberikan dasar pengetahuan yang lebih baik bagi masyarakat untuk melakukan pencegahan, pengelolaan, dan pemantauan kesehatan terkait gout arthritis.
References
Ahmad Syauqy, C. M. (2021). Skrining kadar asam urat pada masyarakat umum secara gratis di Klinik Inti Sehat Medika Jambi untuk deteksi dini penyakit gout arthritis. Medic, 248–252.
Balitbangkes. (2018). Laporan Riskesdas 2018 nasional. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dr. Rika Amran, M. D. (2024). Pengabdian masyarakat: Upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit asam urat di komunitas. Oshada Jurnal Kesehatan, 1–4.





