Pemberdayaan Masyarakat melalui Budikdamber untuk Mendukung Ketersediaan Pangan Keluarga di Desa Sasibu, Kabupaten Nunukan
DOI:
https://doi.org/10.35334/wkaz4v21Keywords:
Budikdamber, ikan lele, kangkung, lahan terbatas, ketersediaan pangan keluargaAbstract
Keterbatasan lahan pekarangan, risiko banjir, dan akses terhadap sumber protein hewani serta sayuran segar menjadi konteks penerapan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Desa Sasibu, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan. Kegiatan KKN Kelompok 57 bertujuan memperkenalkan teknik Budikdamber sebagai alternatif budidaya rumah tangga pada lahan terbatas. Kegiatan melibatkan 15 peserta yang didominasi ibu rumah tangga dan menghasilkan dua unit demonstrasi, masing-masing ditebar 50 ekor benih lele dengan kangkung pada media rockwool. Pelaksanaan mencakup persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan pemantauan selama satu bulan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi keterlibatan peserta, dokumentasi kegiatan, serta pemantauan awal unit. Kangkung menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang tampak pada rentang 14–21 hari, tetapi tinggi, jumlah daun, biomassa, dan jumlah sampel tanaman tidak diukur secara terstruktur. Catatan lapangan menunjukkan daya hidup lele di atas 80% pada akhir satu bulan, namun jumlah ikan hidup per ember tidak terdokumentasi sehingga persentase tersebut tidak dapat dihitung ulang secara rinci. Peserta terlibat aktif selama sosialisasi dan praktik. Karena tidak digunakan pre-test/post-test atau rubrik keterampilan, perubahan pengetahuan dan keterampilan belum dapat diukur. Temuan ini menunjukkan potensi Budikdamber sebagai unit produksi pangan skala rumah tangga, sedangkan dampaknya terhadap ketersediaan atau ketahanan pangan keluarga memerlukan pemantauan lebih lanjut.
References
FAO, IFAD, UNICEF, WFP, & WHO. (2023). The state of food security and nutrition in the world 2023: Urbanization, agrifood systems transformation and healthy diets across the rural–urban continuum. Rome: FAO. https://doi.org/10.4060/cc3017en
Gustianty, L. R., Zulia, C., Lubis, A. F., Aditya, B., Yusniar, Y., & Rahmayanti, S. (2023). Penerapan budikdamber di lingkungan masyarakat Desa Tanah Rakyat Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 6473-6476.
Harianti, R., Mianna, R., & Hasrianto, N. (2023). Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dengan konsep Yumina di Kelurahan Maharatu, Marpoyan Damai. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 44-53.
Hasan, Z., Andriani, Y., Dhahiyat, Y., Sahidin, A., & Rubiansyah, M. R. (2017). Pertumbuhan tiga jenis ikan dan kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) yang dipelihara dengan sistem akuaponik. Jurnal Iktiologi Indonesia, 17(2), 175–184. https://doi.org/10.32491/jii.v17i2.357
Sinurat, Y., Aprianto, & Efvanli, N. (2025). Pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA) dengan budidaya tanaman kencur dalam upaya mencapai kemandirian pangan masyarakat Desa Tumbang Miwan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 9(3), 159–162.
Waslah, W., Faizun, A., Pranata, O., & Wasihid, J. (2023). Pemanfaatan lahan sempit dengan teknologi Budikdamber di Desa Gabusbanaran Tembelang Jombang. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 11-14.





