Edukasi Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Puding Daun Kelor pada Masyarakat Desa Long Kenipe Kecamatan Malinau Barat
DOI:
https://doi.org/10.35334/nk7n7q94Keywords:
stunting, daun kelor , puding, edukasi gizi , pengabdian masyarakatAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memerlukan pencegahan melalui pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan lingkungan dan sanitasi yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Long Kenipe, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, sekaligus memperkenalkan puding daun kelor (Moringa oleifera) sebagai alternatif olahan pangan lokal bergizi. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Juli 2026 di Posyandu Pembantu Desa Long Kenipe dengan melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Setulang dan Bidan Desa, serta menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan menggunakan presentasi, diskusi dan tanya jawab, pengenalan pengolahan daun kelor, serta pembagian puding daun kelor kepada peserta. Materi mencakup pengertian stunting, faktor penyebab dan dampak, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), upaya pencegahan, serta pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan lokal. Berdasarkan observasi pelaksana selama diskusi, peserta menunjukkan keterlibatan aktif melalui pertanyaan dan tanggapan terkait pencegahan stunting, akses pangan dan sanitasi, serta pemanfaatan daun kelor. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan peran aktif masyarakat Desa Long Kenipe dalam upaya pencegahan stunting secara mandiri dan berkelanjutan.
References
Awanis, S., Natasya, S. A., Sari, A., Lubis, S. L., Ramadhan, Z., Siregar, M. N., Sari, T. P., Nasution, P., SP, A. A., Surya, I. T., Ali, R., & Miswanda, D. (2023). Pembuatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Kuta Baru. Jurnal Bakti Nusantara, 1(1), 25-30. https://doi.org/10.63763/jbn.v1i1.18
Budury, S., Purwanti, N., & Fitriasari, A. (2022). Edukasi tentang stunting dan pemanfaatan puding daun kelor dalam mencegah stunting. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(10), 3242-3249. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i10.6896
Eriyahma, A. (2023). Upaya pemanfaatan daun kelor: Pudding daun kelor untuk mencegah stunting. ABDI MASSA: Jurnal Pengabdian Nasional, 3(3), 23-27. https://doi.org/10.69957/abdimass.v3i03.622
Hasanah, R., Aryani, F., & Effendi, B. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting pada anak balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1-6. https://doi.org/10.59025/js.v2i1.54
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Kurnianta, P. D. M., Maharini, N. L. F., & Suryani, K. T. R. (2025). Peningkatan pengetahuan kader Posyandu melalui edukasi GERATING VITABESI sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Tajen, Tabanan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 9(2), 82-85. https://doi.org/10.35334/jeb5xe16
Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225-229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253
Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature review: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan (BIKK), 1(1), 32-40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39





