Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu melalui Edukasi GERATING VITABESI sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tajen, Tabanan
DOI:
https://doi.org/10.35334/jeb5xe16Keywords:
kader Posyandu, mikronutrien , pendidikan kesehatan, stunting, zat besiAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan kapasitas kader sebagai penghubung antara layanan kesehatan dan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu di Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan melalui edukasi Gerakan Anti Stunting (GERATING) dengan optimalisasi pemahaman mengenai mikronutrien vitamin dan zat besi (VITABESI). Program dilaksanakan pada 12 Agustus-9 September 2024 dan melibatkan 32 kader Posyandu. Intervensi utama berupa edukasi menggunakan presentasi dan leaflet, diskusi, serta evaluasi pengetahuan melalui kuesioner 10 butir yang telah melalui validasi isi (S-CVI/UA=0,8). Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah edukasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 83,12% menjadi 91,87%, atau meningkat 8,75 poin persentase, dengan perbedaan yang signifikan (p<0,002). Peningkatan paling besar terlihat pada pemahaman definisi stunting, sedangkan beberapa indikator telah menunjukkan tingkat jawaban benar yang tinggi sejak pre-test. Program dilanjutkan dengan observasi dan pendampingan pada keluarga empat balita yang tercatat mengalami stunting. Hasil menunjukkan bahwa edukasi GERATING VITABESI efektif sebagai intervensi peningkatan pengetahuan jangka pendek pada kader. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai retensi pengetahuan, perubahan praktik kader, dan dampak program terhadap keluarga sasaran.
References
Afifa, I., & Setyowati, S. (2023). Pemberdayaan kader Posyandu terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia: Systematic literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2260-2268.
Budiastuti, I., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor risiko stunting pada anak di negara berkembang. IAGIKMI Universitas Airlangga, 3(3), 122-126.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Buku Saku Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita di Layanan Rawat Jalan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Kader Pintar Cegah Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kurnianta, P. D. M., Prasetya, A. A. N. P. R., Astari, N. K. E., & Ricardo, I. K. A. A. (2024). Edukasi pencegahan stunting melalui suplementasi pada kader Posyandu Desa Wongaya Gede. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 1-7.
Lestarini, A., & Rusni, N. W. (2022). Pemberdayaan kader Posyandu dalam pencegahan stunting pada masa pandemi COVID-19 di Banjar Baturiti Tengah, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan. Jurnal Sewaka Bhakti, 8(1), 79-86.
Marsellinda, E., & Ferilda, S. (2023). Edukasi asupan kalsium dan vitamin D dalam pencegahan stunting pada balita di Puskesmas Sijunjung. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 4(2), 555-559.
Mulat, T. C., Abdullah, R., Jaya, R., Latif, S. A., Zaenal, Z., & Marpaung, M. P. (2024). Pemberian vitamin A pada anak di daerah pesisir Pantai Sumpang Binangae wilayah kerja Puskesmas Padongko Kabupaten Barru. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 287-294.
Retnowati, Y., Gusriani, G., & Umami, N. (2023). Edukasi ibu hamil (Edumil) cegah anemia dan stunting. Borneo Community Health Service Journal, 3(2), 67-71.





