Factors Affecting Cocoa Farming Income In Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency
DOI:
https://doi.org/10.35334/cctdex52Keywords:
Cocoa, Farm income, Land area, Production, Production costAbstract
Cocoa is a strategic plantation commodity that has the potential to improve farmers' income, including in Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency. This study aimed to analyze production costs, revenue, net income, and the effects of land area, production cost, and production quantity on cocoa farming income. A quantitative survey approach was used. Thirty active cocoa farmers were purposively selected as respondents. Primary data were collected through interviews and structured questionnaires, while secondary data were obtained from supporting documents and relevant literature. Data were analyzed using multiple linear regression after classical assumption testing. The results showed that dried cocoa bean production reached 836.68 kg with a selling price of IDR 90,000/kg, generating total revenue of IDR 75,301,200. Total production cost was IDR 8,770,333, resulting in net income of IDR 66,530,867. Regression analysis indicated that land area had a positive and significant effect on income with a coefficient of 2.166 and a significance value of 0.001. Production cost also had a positive and significant effect with a coefficient of 2.766 and a significance value of 0.002. Production quantity had a positive and significant effect with a coefficient of 2.633 and a significance value of 0.005. Simultaneously, the three variables had a significant effect cocoa farming income. These findings suggest that income improvement can be pursued through land optimization, efficient allocation of production costs, and increased production.
References
[1] Fatima, I. (2020). Analisis pendapatan usaha tani kakao di Desa Kedebodu dan Desa Rewarangga Kecamatan Ende Timur Kabupaten Ende. AGRICA, 13(2), 179-198.
[2] Ariningsih, E., Purba, H. J., Sinuraya, J. F., Septanti, K. S., & Suharyono, S. (2021). Permasalahan dan strategi peningkatan produksi dan mutu kakao Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(1), 89-108.
[3] Rahmawati, R., & Hartulistiyoso, E. (2020). Strategi pengembangan kakao sebagai komoditas perkebunan bernilai ekonomi. Jurnal Agroindustri dan Agribisnis, 4(2).
[4] Hayatudin, H., Hadayani, H., & Rauf, R. A. (2020). Analisis komparatif pendapatan usahatani kakao fermentasi dan non fermentasi: Studi kasus di Desa Sintuwu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 27(1), 12-24.
[5] Wibowo, W., Satria, A., & Nuryartono, N. (2021). Exploring sustainable netchains of smallholder cocoa farmers in Indonesia. World Journal of Business and Management Research, 2(4), 133-149.
[6] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan. (2024). Kecamatan Tanjung Palas Timur Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Bulungan.
[7] Swastiko, M. T. (2021). Analisa ekonomi penerapan teknologi fermentasi pada usahatani kakao. Magister Agribisnis, 21(1), 26-32.
[8] Afriandi, R., Hadayani, H., & Tangkesalu, D. (2024). Analisis pendapatan usahatani kakao di Desa Taripa Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Agrotekbis, 12(1), 352-359.
[9] Yuniarsih, E. T., Sunanto, S., & Halil, W. (2021). Analisis kelayakan finansial usahatani kakao. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan, 17(1), 1-8.
[10] Rahasia, H. (2021). Akselerasi pemasyarakatan teknologi produksi kakao. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan, 17(1).
[11] Gusti, I. M., Gayatri, S., & Prasetyo, A. S. (2021). Pengaruh umur, tingkat pendidikan dan lama bertani terhadap pengetahuan petani mengenai manfaat dan cara penggunaan kartu tani di Kecamatan Parakan. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 19(2), 209-221.
[12] Pinem, L. J. (2021). Pengaruh karakteristik terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Agriprimatech, 4(2), 1-8. https://doi.org/10.34012/agriprimatech.v5i1.2072
[13] Tunas, O. O., Ngangi, C. R., & Timban, J. F. J. (2023). Pengaruh luas lahan dan pengalaman berusahatani terhadap pendapatan petani padi di Desa Taraitak I Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Agri-SosioEkonomi, 19(1), 441-448. https://doi.org/10.35791/agrsosek.v19i1.46439
[14] Juliatmaja, A. W., & Helviani, H. (2022). Kontribusi usahatani kakao terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Watumelewe Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka. Journal of Food System and Agribusiness, 6(2), 167-171.
[15] Amri, U. (2021). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani kakao. Wanatani: Jurnal Ilmu Pertanian, 1(1), 1-8.
[16] Laba, M. S. (2021). Analisis pendapatan dan kelayakan usaha tani kakao di Kelurahan Sinyonyoi Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. E-Business: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 1(2).
[17] Irmayani, I. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kakao di Desa Padang Kamburi Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Jurnal Saintifik (Multi Science Journal), 21(3), 99-104. https://doi.org/10.58222/js.v22i3.162.


