BEBAN TAS DAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA SISWA KELAS VIII MAJALENGKA
DOI:
https://doi.org/10.35334/1emyr461Keywords:
beban tas, low back pain, siswaAbstract
Low back pain merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pada remaja. Prevalensi low back pain pada remaja usia 13-15 tahun mencapai 51,9%, dan salah satu faktor yang memengaruhi kejadiannya adalah beban tas sekolah yang melebihi batas rekomendasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban tas dengan kejadian low back pain pada siswa kelas VIII SMPN 4 Jatiwangi Kabupaten Majalengka tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa, dengan sampel 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dan berat tas menggunakan timbangan digital serta wawancara terstruktur menggunakan kuesioner low back pain. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan beban tas >10% berat badan dialami oleh 60 siswa (65,2%) dan beban tas ≤10% berat badan dialami oleh 32 siswa (34,8%). Kejadian low back pain kategori tinggi dialami oleh 56 siswa (60,9%) dan kategori rendah dialami oleh 36 siswa (39,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value <0,001 yang menunjukkan adanya hubungan antara beban tas dengan kejadian low back pain. Hasil penelitian ini dapat ditindaklanjuti dengan upaya meningkatkan kesadaran siswa dalam membawa tas sesuai batas yang dianjurkan serta perlunya edukasi dari pihak sekolah terkait batas aman beban tas.


















