PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG KERACUNAN MAKANAN SETELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.35334/by5kbe83Keywords:
anak sekolah dasar, keracunan makanan, pendidikan kesehatan, pengetahuanAbstract
Keracunan makanan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di kalangan anak-anak sekolah dasar karena perilaku konsumsi makanan yang tidak aman dan pengetahuan yang terbatas tentang keamanan pangan. Pendidikan kesehatan dianggap sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pencegahan keracunan makanan dan mendorong perilaku makan yang lebih aman. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan anak-anak sekolah dasar mengenai keracunan makanan setelah menerima program pendidikan kesehatan.Studi kuantitatif menggunakan one group pretest-posttest design dilakukan pada 48 siswa sekolah dasar di Kabupaten Cirebon pada Mei 2025. Peserta dipilih menggunakan pengambilan sampel acak sederhana. Kuesioner yang diisi sendiri untuk menilai pengetahuan tentang keracunan makanan diselesaikan sebelum dan segera setelah intervensi pendidikan kesehatan. Statistik deskriptif digunakan untuk meringkas karakteristik peserta dan membandingkan tingkat pengetahuan antara pretest dan posttest. Semua peserta berusia 9–11 tahun, dan sebagian besar adalah laki-laki (68,75%), belum pernah mengalami keracunan makanan (81,25%), selalu mencuci tangan sebelum makan (68,75%), dan belum pernah menerima pendidikan kesehatan mengenai keracunan makanan sebelumnya (70,83%). Proporsi siswa dengan pengetahuan keseluruhan yang baik meningkat dari 62,5% pada pretest menjadi 70,8% setelah intervensi, sementara siswa dengan pengetahuan yang buruk menurun dari 37,5% menjadi 29,2%. Peningkatan diamati pada pengetahuan terkait penyebab keracunan makanan (66,7% menjadi 75,0%), tanda dan gejala (73,0% menjadi 75,0%), dan penanganan (66,7% menjadi 73,0%). Pengetahuan mengenai pencegahan tetap tinggi secara konsisten (83,3%) sebelum dan setelah intervensi. Pendidikan kesehatan terstruktur berkontribusi pada peningkatan positif dalam pengetahuan anak-anak sekolah dasar mengenai keracunan makanan, khususnya dalam memahami penyebab, gejala, dan penanganannya. Hasil studi ini mendukung implementasi program pendidikan kesehatan berbasis sekolah sebagai strategi efektif untuk memperkuat kesadaran keamanan pangan dan mempromosikan perilaku makan sehat di kalangan anak-anak.


















